Ciri-ciri Berfikir Filsafat


Farrosy - Berfilsafat berarti berpikir. Meski nir sernua kegiatan berpikir bisa diklaim berfilsafat. Oleh karenanya, butuh ciri & butuh karakter eksklusif dalam berpikir filsafat. Dengan demikian, suatu paradigma tertentu, baru diklaim berfilsafat apabila memenuhi 3 karakteristik ini. Ketiga ciri dimaksud merupakan:

Radikal
Radik (radix/Yunani) yg berarti akar/Indonesia. Berpikir radikal ialah berpikir sampai ke akar-akar persoalan. Berpikir terhadap sesuatu pada bingkai yang nir tanggung-tanggung, tidak terdapat sesuatu yg terlarang buat dipikirkan. Asumsi yg menyebut bahwa, “Pikirkanlah kreasi Tuhan dan jangan memikirkan Dzat Tuhan”, yang mengandung restriksi pada melakukan kerja berpikir, termasuk nir pada posisi cara berpikir kefilsafatan.

Baca juga


  • Cabang Filsafat "Estetika"
  • Cabang Filsafat "Etika"
  • Cabang Filsafat "Epistemologi"
  • Cabang Filsafat "Metafisika "
  • Cabang dan Doktrin Filsafat
  • Tetang Filsafat
  • Ciri berpikir kefilsafatan, segala sesuatu boleh dipikirkan, tentu sepanjang pemikiran itu, masih memungkinkan buat dipikirkan. Contoh, seorang filosof selalu meragukan & selalu memberikan pertanyaan terhadap kebenaran atau pengetahuan yg diperolehnya. Misalnya, beliau mempertanyakan mengapa ilmu dapat disebut benar? Bagaimana proses penilaian yang membuat simpulan sahih-salah  itu dilakukan menurut kriteria tersebut? Apakah sesuatu yang dipercaya sahih dari kriteria sendiri atau terdapat orang lain yg mempunyai kriteria yg sama? Lalu benar sendiri itu apa? Pertanyaan selalu timbul misalnya sebuah bundar. Artinya pertanyaan-pertanyaan akan selalu muncul secara berkelindan.
Sistemik
Sistemik merupakan berpikir logis, yg bergerak selangkah demi selangkah (step by step), penuh kesadaran, berurutan & penuh rasa tanggungjawab. Ciri ini penting dilakukan buat menghindari terjadinya jumping conclusion pada membuat rumusan suatu konklusi. Seorang filosof slalu berpikir setahap demiki setahap. Setelah satu tahapan diselesaikan, beliau akan menuju ke tahap berikutnya.

Universal
Universal adalah berpikir menyeluruh, tidak terbatas pada bagian-bagian ter ten tip namun mencakup holistik aspek, yang konkret & tak berbentuk atau yang fisik & metafisik. Misalnya, seseorang filosof nir akan pernah puas mengenal ilmu hanya berdasarkan perspektif ilmu itu sendiri. La ingin melihat ilmu dalam perspektif yg lain, la ingin menghubungkan ilmu dengan aspek-aspek lain. Contohnya dia ingin melihat kaitan ilmu menggunakan moral atau kaitan ilmu dengan agama. La ingin mengetahui apakah ilmu yg diketahuinya itu membawa manfaat atau tidak bagi pemenuhan hajat umat manusia.

Spekulatif
Sifat berpikir spekulatif atau mengandung unsur dugaan atas kabar atau empiris yg dihadapi. Seorang filosof termasuk selalu berspekulasi terhadap kebenaran. Karena filosof mempunyai cara berpikir yg spekulatif, maka seseorang filosof terus melakukan uji coba & memberikan pertanyaan terhadap kebenaran yg dianutnya. Dari proses inilah nanti akan lahir aneka macam ilmu pengetahuan.






Sumber: lyceum.id 

Posting Komentar untuk "Ciri-ciri Berfikir Filsafat"